Dapat Ancaman Pembunuhan, Nizar Rahmatu: Saya Tidak Takut

Nizar Rahmatu
Bagikan Artikel ini

Pariwaraku.com – Hendak berniat menyuarakan perlawanan terhadap pertambangan liar di Kabupaten Parigi Moutong, Wakil Sekretaris Jenderal (Wasekjen) Pengurus Pusat Gerakan Pemuda Ansor (PP GP Ansor), Nizar Rahmatu mendapat ancaman akan dibunuh oleh oknum tertentu.

Kabar itu disampaikan langsung oleh Nizar Rahmatu pada akun pribadi facebook miliknya pada 5 maret 2020 (malam).

Bacaan Lainnya

“Hapus postinganmu bangsa* atau sa penggal kepalamu. Siapa yang kamu maksud…,” isi pesan singkat ancaman tersebut.

Pesan singkat ancaman beruntun diterimanya, Nizar Rahmatu mengaku tidak takut dengan ancaman tersebut. Justru ia semakin gencar mengkritik tambang emas ilegal di dua wilayah di Parigi Moutong, yakni di Desa Buranga dan Desa Kayuboko.

Nizar mulai gencar melancarkan kritik itu, pasca terjadinya longsor di tambang emas liar di Desa Buranga, Kecamatan Ampibabo, Kabupaten Parigi Moutong pada 24 Februari 2021 lalu.

Akibat longsor tersebut, tercatat, tujuh warga yang meninggal dunia, dan belasan orang yang belum ditemukan hingga sekarang, karena diduga masih tertimbun material longsor.

Menurut Nizar Rahmatu, pemerintah dan aparat keamanan terkesan menutup mata atas tambang emas liar tersebut. Ia menduga, dari kasus tambang liar yang telah merenggut korban jiwa ini, ada oknum-oknum yang turut bermain di belakang para penambang itu, tapi tidak tersentuh oleh hukum.

“Ada pelaku utama yang memasukan alat berat dan peralatan lainnya, tapi ditindak,” Ujar Nizar.

Wasekjen GP Ansor itu mengusulkan agar pemerintah dapat menata tambang emas ilegal itu. Pemerintah dapat melegalkannya sehingga aktivitas pertambangan itu dapat lebih terkontrol dan masyarakat bisa lebih sejahtera.

“Kalau seperti sekarang ini, justru masyarakat tetap buntung dan oknum-oknum tertentu yang terus mengeruk untung,” Pungkas Nizar Rahmatu.


Bagikan Artikel ini

Pos terkait