Bupati Tolitoli Perintahkan Tangkap Masyarakat Yang Memburu Penyu

Bupati Tolitoli, Moh Saleh Bantilan bersama Suardin Amsal saat akan melepasliarkan penyu langka di Pantai Lalos, Kecamatan Galang, Kamis (25/6/2020). [Screenshoot]
Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Tolitoli, Pariwaraku.com – Bupati Tolitoli, Moh Saleh Bantilan didampingi pengusaha ternama, Suardin Amsal melepasliarkan penyu langka sebanyak 19 ekor di Pantai Lalos, Kecamatan Galang Kabupaten Tolitoli, pada Kamis (25/6/2020).

Pelepasliaran penyu yang dilindungi tersebut dilakukan Bupati Tolitoli, Moh Saleh Bantilan didampingi pengusaha ternama, Suardin Amsal yang peduli pelestarian penyu di Tolitoli.

Bacaan Lainnya

Bupati Tolitoli mengatakan, pelepasan 19 ekor penyu ini dilakukan dengan tujuan untuk melestarikan dan melindungi hewan langka tersebut.

“Penyu ini kami lepas untuk melindungi dan menjaga kelestarian penyu sisik yang sangat langka yang ada di Kabupaten Tolitoli,” katanya.

Sebelum dilepas kata bupati, penyu-penyu dengan berbagai macam jenis ini semuanya sudah diberi tanda. Hal ini dilakukan agar dapat diketahui bahwa hewan tersebut dilindungi dan di jaga kelestariannya.

“Bagi siapa saja nantinya yang menemukan penyu-penyu ini, kami imbau agar dilepas kembali ke habitatnya,” pinta bupati.

Untuk melindungi kelestarian penyu langka itu, Bupati Tolitoli bahkan meminta aparat kepolisian untuk menangkap siapa saja yang menemukannya namun tidak melepasnya kembali atau menkonsumsi hewan langka tersebut.

“Kalau ada yang menemukan, tolong dilepas kembali. Kalau tidak saya akan suruh tangkap,” tegas Raja Tolitoli ini.

Saleh Bantilan juga menyampaikan, masyarakat perlu diberi edukasi bahwa penyu termasuk jenis makhluk hidup yang berkembang biaknya sangat lambat. Bahkan, penyu baru mulai bertelur pada usia 30—50 tahun.

Penyu merupakan salah satu spesies yang dilindungi berdasarkan ketentuan hukum nasional maupun ketentuan internasional karena keberadaannya terancam punah. Penyebabnya adalah faktor alam maupun aktivitas manusia.

Karena itu jika tidak dilakukan upaya pelestariannya, maka penyu-penyu ini terancam punah dari muka bumi ini,” sambungnya.

Ia pun mengajak masyarakat Tolitoli untuk ikut peduli terhadap kelestarian serta keberlanjutan sumber daya alam laut, dengan tidak lagi memburu penyu atau mencari telur penyu hanya untuk dikonsumsi.

loading…

“Penyu-penyu ini jangan sampai punah. Karena itu saya minta kepada masyarakat jika menemukan penyu jangan dikonsumsi tapi sebaiknya dilepas kembali. Karena kita juga sudah sering melepas penyu, baik yang masih kecil atau tukik maupun penyu yang sudah besar,” pungkasnya.


Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pos terkait