Bapati Donggala: Dana BOS Harus Sesuai dengan Manajemen Pendidikan

Bagikan Artikel ini

Pariwaraku.com – Pemerintah Kabupaten Donggala melalui Dinas Pendidikan dan Kebudayaan, kembali menggelar rapat evaluasi dana Bantuan Oprasional Sekolah (BOS), satuan Pendidikan SD dan SMP Wilayah Rayon II, di Wisma Donggala, Palu.

Rapat evaluasi dana BOS tersebut dipimpinan langsung oleh Bupati Donggala Drs. Kasman Lassa, SH., MH, serta turut dihadiri oleh Asisten Administrasi Umum Ir. Heri Suwarno, Kepala BPKAD Kabupaten Donggala Hatta Moh. Tahir, M. Si, Sekretaris Inspektorat, H. Hasan Nurdin, S. Pd., M. Ap, dan Kepala Bagian Protokol dan Komunikasi Pimpinan Fauziah, S. Pd., M. Si, Kepala Sekolah, pengawas serta bendahara SD dan SMP.

Bacaan Lainnya

Dalam laporannya Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kabupaten Donggala H. Kasmuddin, SS., MM, menyampaikan bahwa tujuan rapat evaluasi itu dilakukan agar permasalahan yang sebelumnya terjadi bisa diselesaikan dan untuk mengevaluasi penggunaan dana BOS rayon II.

Adapun wilayah rayon II terdiri dari 6 kecamatan yaitu Kecamatan Tanantovea, Labuan, Sindue, Sindue Tombusabora, Sindue Tobata dan Sirenja.

Pada kesempatan itu, Bupati Donggala Drs. Kasman Lassa, SH., MH, mengatakan bahwa pertemuan yang dilakukan adalah mengevaluasi penerimaan dana BOS yang diberikan kepada sekolah.

Olehnya Bupati berharap agar dana BOS tersebut, dimanfaatkan dengan sebaik-baiknya untuk kepentingan oprasional di sekolah.

“Penggunaan dana BOS harus berhati-hati dalam mengambil sikap dan langkah serta yang paling penting, bagaimana mengelola sesuai dengan manajemen pendidikan”, ucap Bupati dalam isi sambutannya.

“Oleh karena itu kehadiran dana BOS perlu dirapatkan dari pihak sekolah dan orang tua murid,” Tegasnya

Sementara itu sekretaris Daerah Kabupaten Donggala, Dr. Rustam Efendi, S. Pd., SH., M. Ap, dalam arahannya meminta, agar mengelola dana BOS dengan baik dan mematuhi aturan yang ada serta apabila ada ditemukan kendala, segera melakukan konsultasi dan koordinasi.

“Ini petunjuk untuk bendahara tidak ada transaksi yang tidak ada catatan, ini bertujuan untuk memudahkan mendeteksi dana yang masuk dan keluar,” Tegasnya.

Sekda Donggala menambahkan bahwa setiap tahap pencairan agar diadakan rapat.

“Karena keseringan rapat lebih baik, dalam rangka saling mengingatkan karena kalau keseringan kita mengingatkan, Insya Allah kita semua akan selamat,” Ujar tutupnya.

Penulis: Lili (Humas Kab. Donggala)


Bagikan Artikel ini

Pos terkait