Banyaknya Kekerasan dan Pelecehan Terhadap Perempuan Penyintas Korban Bencana Pasigala, SP Ajak Jaga Solidaritas.

Temu penyintas Pasigala Oleh Solidaritas Perempuan (SP), di Aula Kantor Inspektorat Sulteng, di Kota Palu, Senin (2/12/2012). (FOTO : FB Nizma Azma L. Laode)
Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pariwaraku.com – Palu, Ketua Badan Eksekutif Nasional (BEN) Solidaritas Perempuan (SP), Dinda Nur Nisa Yura mengajak seluruh perempuan penyintas Korban bencana 2018 di Kota Palu, Kabupaten Sigi dan Donggala (Pasigala) agar tetap solid dan menjaga solidaritas antar sesama.

Hal itu Disampaikan dalam kegiatan temu perempuan penyintas Pasigala
di Aula Kantor Inspektorat Sulteng, di Kota Palu, Senin (2/12/2012).

Ia mengatakan mengingat perempuan merupakan kalangan yang sangat rentan mendapat perlakuan tidak menyenangkan, hal itu dibuktikan dengan banyaknya ditemukan kasus kekerasan dan pelecehan seksual terhadap perempuan yang kini tinggal di hunian sementara (huntara).Dilansir dari ANTARANEWS.COM Pada Tanggal 3 Desember

“Kami berharap dengan kegiatan temu perempuan penyintas ini, para korban saling bertukar fikiran untuk pemulihan psikologis dan ekonomi,” tambahnya.

Lanjutnya, ia berharap kegiatan tersebut dapat membangkitkan semangat kaum perempuan korban bencana, utamanya solidaritas antara perempuan penyintas dapat terbangun dan terjaga serta solid.

“Kami juga ingin belajar dari para perempuan penyintas agar mendapat pengalaman dan pelajaran berharga dari kalian sehingga solidaritas perempuan makin menguatkan penyintas perempuan di Pasigala,” jelasnya.

Perlu diketahui, Seperti dalam pemberitaan Tirto.id Tertanggal 15 Oktober 2019 yang diperoleh dari beberapa Lembaga Swadaya Masyarakat (LSM) diantaranya Lingkar Belajar Untuk Perempuan (LIBU) mencatat ada 61 kasus kekerasan berbasis gender, sementara Kelompok Perjuangan Kesetaraan Perempuan (KPKPST) mencatat adanya 54 kasus dan Sikola Mombine 26 kasus.

Sementara itu Gubernur Sulawesi Tengah melalui Asisten Administrasi Umum dan Organisasi Setdaprv Sulteng, Mulyono yang hadir dalam kesempatan itu sangat bersyukur atas peran aktif Non Government Organization (NGO) terutama NGO yang khusus membantu dan memulihkan psikologi dan perekonomian penyintas perempuan sejak masa tanggap darurat hingga sekarang.

“Kehidupan penyintas terutama kaum perempuan sudah mulai stabil. Intinya semangat harus tetap kuat sehingga membangkitkan dan memulihkan ekonomi ibu-ibu perempuan penyintas,”pesannya.

Sumber : ANTARANEWA.COM/Muhammad Arsyandi.

loading...


Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pos terkait