ANITA SAYANG, BEGITU CEPAT KAU TINGGALKAN DIRIKU…………………

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

 

Pariwaraku.com – Palu, Deny Ramadhan menatap wilayah kompleks Perumnas Balaroa, yang luluh lantak digulung likuifaksi beberapa saat setelah gempa magnitudo 7,4 SR mengguncang Kota Palu, 28 September 2018 lalu.

Bacaan Lainnya

Atap-atap rumah tampak rata dengan tanah bercampur lumpur. Jalanan pun ibarat jurang-jurang kecil yang menganga. Perumnas Balaroa hilang bak ditelan bumi. Rumah-rumah terjerembab dalam patahannya.
Saat menapaki kembali lokasi Perumnas, tampak getir mengenang jalanan yang biasa ia lalui menuju ke rumahnya itu.

” Semua tinggal kenangan. Tak ada canda tawa, harmonisasi dan kebahagiaan. Semuanya sirna, ” kata Deny Ramadhan.

Meski Deny terlihat tegar, namun dari tatapan matanya, tersimpan rona-rona kepedihan yang sangat mendalam. Sebab musibah itu, tidak hanya mengubur mimpi-mimpi indahnya dalam membangun mahligai rumah tangga bersama sang istri Anita Amelia, Ibunya Vony Tanjung pun harus meninggalkannya.

Matanya menerawang saat bercerita. Ditengah terik matahari Palu yang menyengat, dahinya mengernyit. Ia hanya bisa mengungkapkan goresan kata, Anita sayang, Jumat kelam itu, bertepatan dengan hari pernikahan kita. Tujuh tahun kita menjalin bahtera rumah tangga, bahkan sebelum musibah itu datang, dirimu sedang mengandung 2 bulan anak kita, namun Allah berkata lain. Ohhh istriku sayang, begitu cepat engkau tinggalkan diriku.

” Ya Allah terima kasih engkau telah menemukan jodohku semoga dengan jalan ini istri tersayangku bisa bahagia. Semoga kamu tenang sayang di alam sana Aamin,” cetus Deny Ramadhan dengan penuh kepercayaan diri

Anita sayang, Allah mempertemukan kita, Allah pula yang memisahkan kita. Doakan suamimu agar menjadi suami yang sholeh, biar aku bisa menuntut hak ku buat berpasangan denganmu di akhirat nanti untuk selamanya.
” Cuma Allah yang tau seberapa besar apa yang aku rasakan ke kamu sayang.
I love you Anita,” papar Deny.

Tatkala gempa datang kata Deny, ia dan istrinya lagi bersama dalam rumah, namun saat gempa yang di serta likuifaksi menerjang, istrinya yang salah satu ASN di Dinas Penataan Ruang Pemkot Palu terjebak di balik reruntuhan. Ia tak bisa menyelamatkan diri, tembok-tembok rumah ambruk, sehingga menghalangi niatnya untuk keluar dari zona merah.
Yang membuat pedih bagi Deny, jasad istrinya sampai saat ini belum juga di temukan. Kehilangan seseorang memang sangat menyakitkan, terlebih lagi istri tercinta. Saya sudah ikhlas, sebab Allah lebih sayang kepadanya. Saya hanya bisa berharap di pertemukan kembali dengan istrinya di surga kelak.

Menurut Deny, meski pernikahan mereka berdua hanya sesaat, namun kebahagiaan yang dirasakan sungguh luar biasa.
Deny pun kembali menerawang. Matanya fokus melihat sebuah tiang bendera yang berdiri di tengah reruntuhan. Namun, pandangannya kosong. ” Nasib manusia memang tak ada yang tahu, jodoh, rezeki dan kematian menjadi diantara rahasia Tuhan. Manusia hanya bisa berusaha, sementara Tuhan yang menentukan.
Termasuk juga menjadi ketetapan Tuhan ketika manusia harus menghadap sang Khalik,” pungkasnya.

Penulis : Agus Gerbek

loading…

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pos terkait