Aliansi Palu Monggaya Lakukan Aksi Unjuk Rasa Depan Kantor DPRD Kota Palu

Masa aksi melakukan demo di depan kantor DPRD kota palu
Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pariwaraku.com – Palu, Pada hari Kamis tanggal 16 Januari 2019 sekitar pukul 10. 00 Wita di Depan Kantor DPRD Kota Palu berlangsung Aksi unjuk rasa dari Aliansi Palu Monggaya dipimpin Koordinator lapangan Lk. Fajar Maulana dan Lk. Nazmuddin, jumlah massa sekitar 40 orang.

masa aksi membawa

Bacaan Lainnya

  • 1 unit sound sistem.
  • 3 unit Roda 4 dan 8 unit Roda 2

  • 2 buah bendera Serikat Pekerja Hukum progresif

  • 3 buah Bendera Kongres Advokat Indonesia DPD Sulteng.

  • 6 buah bendera merah putih.

  • 1 buah spnduk bertuliskan ” Cabut Perda Nomor 13 Tahun 2016 CSR Milik Rakyat “.

Dalam penyampaian orasi , masa aksi menuntut agar kiranya mencabut dan menghapuskan Perda No 13 tahun 2016 dan segera melaksanakan CSR di kota palu sebagaimana amanat undang undang.

Rangkaian aksi tersebut berjalan aman dan tertib, dari pukul 10.05 Wita sampai dengan pukul 11.35 selaku koordinator aksi Lk. Nazamudin menyampaikan bahwa Perusahaan yang beroperasi di Kota Palu yang sekaligus sebagai tamu di Kota Palu tidak peduli dengan masyarakat sekitar, haruslah perusahan memberikan hak kepada masyarakat berupa CSR sebagai bentuk tanggung jawab perusahaan sebagaimana di amanatkan undang undang, sehingga bisa memberikan kontribusi langsung terhadap masyarakat dan bukan ke pemerintah, ujarnya.

loading…

Di waktu yang sama Lk. Richad dari Yayasan Tanah Merdeka (YTM) dalam orasinya menyampaikan perusahan Galian C yg sudah beroperasi di Kota Palu telah memberikan dampak terhadap lingkungan, rencana hari senin akan di lakukan  pendaftaran gugatan di pengadilan Negeri palu terhadap tuntutan dana CSR dari perusahaan, DPRD harusnya bentuk pansus dalam mencabut perda no.13 tahun 2016 kata richad.

Empat perwakilan masa aksi di terima oleh ketua DPRD kota palu Moh. Iksan Kalbi di ruang kerjanya, dalam pertemuan tersebut pihak DPRD kota palu siap memediasi dan mengundang Dinas terkait, ASPETA, dan pemilik perusahaan Galian C yg berada Di Kelurahan  Buluri dan Kelurahan  Watusampu guna diberikan  solusi dalam menyikapi tuntutan dari massa aksi akan tetapi sekiranya besok tgl 17 januari 2020 dari aliansi menyurat ke DPR Kota sebagai dasar pemanggilan pihak pihak terkait.

Namun pertemuan empat perwakilan masa aksi dengan ketua DPRD kota palu belum memuaskan masa aksi sehingga kembali dilakukan orasi oleh Lk. AGUS SALIM ( LBH SULTENG) yg meminta agar melakukan negosiasi kembali dengan mengusulkan agar DPRD Kota Palu Membentuk Pansus utk menindaklanjuti tuntutan dari aliansi Palu Monggaya dan agar Ketua DPRD Kota Palu langsung memberikan penjelasan terhadap Massa aksi.

Masa aksi membubarkan diri dengan aman dan tertib setelah mendapat kesepakatan dengan ketua DPRD kota palu.(*)


Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pos terkait