Aktivis Sulteng Serukan Mari Bergandeng Tangan Usai Pemilu 2019

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pariwaraku.com – Palu, Pesta demokrasi Pemilu 2019 telah usai. Dari hajatan politik tersebut, melahirkan para politisi serta pemimpin di negeri yang menjadi harapan dan keinginan seluruh anak bangsa.

Tak beralasan jika kesuksesan serta keberhasilan ini, mendapat respon positif dari berbagai kalangan, tak terkecuali dari aktivis Pinbuk serta mantan aktivis PII Sulteng. Diantaranya Andi Aril Pattalau dan Aslamudin Lasawedi.

Bacaan Lainnya

Menurut Andi, dengan suksesnya pelaksanaan pemilu yang jujur serta tidak di ciderai dengan money politik, hasutan, mobilisasi dan provokasi, kini telah dinikmati oleh masyarakat.

” Pemilu ini pesta demokrasi bukan konflik, sehingga diharapkan siapapun yang terpilih sebagai Presiden, Wakil Presiden, DPR RI, DPRD, dan DPD, semuanya harus bisa menerima,” kata Andi Aril Pattalau saat berbincang santai dengan Wadir Intelkam Polda Sulteng AKBP AKBP Drs Suliono dan mantan aktivis PPI dan HMI Sulteng Aslamudin Lasawedi beberapa waktu lalu.

Ia juga menambahkan bahwa kepada pihak-pihak yang terpilih harus menganggap ini sebagai tanggung jawab, tidak perlu sujud syukur, karena ini bukan anugerah tapi ini adalah beban. Sementara bagi yang tidak terpilih harus legowo, lapang dada, baik sebagai pasangan Capres/ Cawapres, Anleg DPR-RI, DPRD Provinsi/Kabupaten Kota maupun DPD.  Karena semua ini kehendak rakyat, sehingga keputusan ini harus bisa diterima oleh semua pihak.

Bagi Andi Aril, tidak perlu mencari-cari alasan dan dalih lalu menganggap ini sebagai kecurangan dan sebagainya, apalagi nanti kalau sudah terbukti melalui persentase pemilih.

Hal senada diungkapkan mantan Aktivis PII Sulteng,  Aslamudin Lasawedi. Menurut Atang sapaan akrabnya bahwa pemilu adalah sebuah proses politik yang niscaya bagi sebuah bangsa untuk memilih pemimpin negara yang terbaik dan memiliki integritas.

“Saya berharap, pemilu tahun 2019 lalu, benar-benar menjadi ajang demokrasi Pancasila yang bermartabat dengan menjunjung tinggi asas pemilu yang langsung, umum, bebas, dan rahasia. Karena dengan itu kita berharap kualitas pemimpin yang terpilih dapat membawa bangsa ini menjadi lebih maju, beradab dan berkeadilan,” tuturnya.

Perbedaan pilihan tambahnya adalah hal yang wajar dan sah, bahkan perbedaan pilihan akan berdampak pada kualitas pemilu dan hasil-hasilnya. Sehingga pada akhirnya ada yang menang dan kalah, sejatinya harus dipandang sebagai kemenangan bersama. Karena hakikat pemilu adalah menghasilkan pemimpin bangsa dan arah ke depan.

Atang juga berharap, pasca pemilu ini diperlukan normalisasi hubungan sosial dengan saling memaafkan. Pasalnya,  selama masa kampanye terkesan agak panas, maka setelah pemilu semuanya harus segera bahu membahu bersatu agar bangsa dan rakyat dapat menikmati hasil pembangunan yang berkeadilan, sejahtera dengan menghidupkan nilai-nilai moral dalam seluruh dimensinya.

“Pemilu telah usai, olehnya mari kita kembali bergandengan tangan dan bersatu, untuk kepentingan nasional dan rakyat Indonesi,”   tandasnya.

Penulis : THIO

loading…

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pos terkait