Ajukan Penundaan New Normal, Pemkab Buol Surati Gubernur Sulteng

new normal (ilustrasi)
Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pariwaraku.com – BUOL, Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Buol, Provinsi Sulawesi Tengah (Sulteng), menunda dilaksanakannya tata kehidupan baru (New Normal). Penundaan tersebut berdasarkan surat permohonan Bupati Buol, Amirudin Rauf kepada Gubernur Sulteng tentang penangguhan pelaksanaan New Normal di wilayah itu.
Pengajuan penundaan tersebut dilakukan karena Kabupaten Buol belum memenuhi syarat untuk diberlakukannya New Normal.
Dalam surat permohonan nomor: 180/96.33/BAG.HUKUM/2020 tertanggal 29 Mei 2020 itu disebutkan, Kabupaten Buol dianggap masih belum bisa mengendalikan penyebaran covid-19, sehingga masih memperpanjang Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB).
Penundaan pelaksanaan New Normal di Kabupten Buol berdasarkan pertimbangan kajian epidemiologi Pemda melalui Dinas Kesehatan Kabupaten Buol, ditemukan Orang Dalam Pemantauan (ODP) berjumlah 59 orang dan tingginya angka Orang Tanpa Gejala (OTG) 92,5 persen.
‘Masih ditemukan penularan melalui transmisi lokal dan ditemukannya bukti penyebaran kasus di semua kecamatan di Kabupaten Buol,” sebut bupati dalam suratnya.
Sementara, pelaksanaan tatanan new normal membutuhkan persyaratan yang menjadi kewajiban Pemerintah Daerah, diantaranya pengendalian Penularan Covid 19 serta penerapan protokol kesehatan kepada masyarakat.
“Pemerintah Daerah Kabupaten Buol akan melakukan kajian berdasarkan pelaksanaan PSBB,” tambah bupati.
“Dari data dan analisa Pemerintah Kabupaten Buol, memohon kepada Gubernur Sulteng, untuk dapat melakukan penundaan terhadap pelaksanaan New Normal di Wilayah Kabupaten Buol, sampai dengan tidak ditemukan lagi penularan Covid-19, maupun penyebarannya di wilayah kecamatan di Kabupaten Buol,” pinta bupati Buol.
Seperti diketahui, Kabupaten Buol menjadi satu-satunya daerah di Provinsi Sulteng yang menerapkan PSBB dalam pencegahan penyebaran Covid-19. [***]
Editor: Agus Manggona
loading…

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pos terkait