8 Anak Muda Banggai Laut Terbitkan Buku Berjudul: Banggai dan Laut

8 Anak Muda Banggai Laut Terbitkan Buku Berjudul: Banggai dan Laut
Bagikan Artikel ini

Pariwaraku.com – Beberapa tahun terakhir, gerakan literasi semakin membumi di wilayah Provinsi Sulawesi Tengah. Lahirnya karya-karya anak muda yang menuangkan ide menjadi sebuah buku bukan menjadi hal baru lagi.

Pesatnya perkembangan teknologi telah memengaruhi minat baca masyarakat dengan hadirnya e-book yang praktis dapat diakses di mana saja dan kapan saja. Ditambah lagi dengan hadirnya teknologi bernama audio book yang membuat pembacanya menjadi sekaligus sebagai pendengar.

Meski pun begitu, teknologi yang memanjakan itu tidak menyurutkan semangat anak muda asal Banggai Laut untuk membumikan literasi di daerah asalnya.

Buku “Banggai dan Laut” misalnya. Sebuah hasil karya anak muda asal Banggai Laut yang mengabadikan ide, fakta, opini dan ceritanya melalui buku dengan gambar kaver yang diambil dari salah satu spot pantai terbaik di Kabupaten Banggai Laut.

Delapan orang anak muda asal Banggai Laut bersepakat menerbitkan buku sebagai bagian dari kontribusi dalam mendobrak gerakan literasi di kampung halaman.

“Banggai dan Laut” menyuguhkan tulisan-tulisan yang mengupas “ketidakawasan” pemerintah Banggai Laut mengelola pelabuhan, mengelola ikan, mengelola laut, mengelola umbi-umbian, mengelola budaya, dan mengelola segala aspek sumber daya.

Sebagaimana dalam penjelasan Safar Nurhan di akun facebook miliknya menerangkan bahwa bagian pertama buku ini berusaha mengetengahkan narasi Banggai Laut yang berdiri tegak tanpa sion-sion (meminta-minta) kepada siapa pun. Banggai Laut yang mampu memanfaatkan alamnya tanpa merusak; mengelola daerahnya tanpa menggali bumi; memanen ikan tanpa merusak karang.

Dalam keterangannya, Bhair Samatan, salah satu dari 8 penulis buku: Banggai dan Laut menjelaskan bahwa buku ini terdiri dari dua bagian yakni fiksi dan nonfiksi yang menyampaikan secara gamblang dan implisit dalam pengilustrasian pesan.

“Sejak dua tahun yang lalu, rekan Safar Nurhan (editor) menghubungi saya dan beberapa teman penulis lain untuk menerbitkan buku bersama (antologi). Saat itu, belum ada gambaran mengenai tema apa, sontak saya merespons positif, karena, pasti ini tentang laut”, jelas penulis buku On The Way kepada pariwaraku.com, Rabu, 13 April 2022.

Delapan orang penulis itu antara lain: Alisan, Ami Pataboga, Bhair Samatan, Ika Murdika, Ikerniaty Sandili, Lusiana Putri Ahmadi, Patwan Kuba dan Pipo Angsyarullah.

“Pembaca akan disuguhkan 11 tulisan dari bagian nonfiksi dan 5 tulisan dari bagian fiksi. 16 tulisan itu diedit di meja kerja rekan kami Safar Nurhan yang menginisiasi buku ini. Buku ini juga diterbitkan oleh Penerbit Lingkaran”, ungkap Bhair.

Bhair berharap, buku dengan nomor ISBN: 978-623-98560-5-2 itu dapat memstimulasi semangat gerakan literasi di daerah asalnya Kabupaten Banggai Laut. Dan berharap dapat bersinergi dengan pemerintah dan stakeholder lainnya.

“Semoga dengan hadirnya buku ini (Baca: Banggai dan laut) dapat berdampak positif terhadap keberlangsungan gerakan literasi di Kabupaten Banggai Laut khususnya di sekolah-sekolah. Pemerintah harus menjadi garda terdepan dalam mencerdaskan generasi di Banggai Laut. Kami siap berkolaborasi!”, tandas founder komunitas backpacker literasi. (*)

 


Bagikan Artikel ini

Pos terkait