4,370 Ton Bio Solar Diamankan Polda Sulteng

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pariwaraku.com – Palu, Palu (19/9) Tindak pidana yang dapat mengakibatkan kerugian negara kembali terjadi, kali ini di wilayah Kabupaten Banggai Sulawesi Tengah, berdasarkan informasi yang disampaikan masyarakat Tim Lidik Ditreskrimsus Polda Sulteng langsung melakukan pendalaman.

Dari penyelidikan dilapangan benar telah dilakukan tangkap tangan pada tgl 21/8/2019 di Jalan Imam Bonjol Kel. Buingin Kec. Luwuk Kab. Banggai terhadap 2 (dua) unit mobil truck tangki dengan identitas 1 (satu) mobil truck tangki warna Merah No.Pol DN.8917.CY dan mobil truck tangki warna Biru No.Pol DN.9572.C lengkap dengan mesin gas oline water pump yang berisi BBM jenis Bio Solar kurang lebih 4,370 ton.

Bacaan Lainnya

Kronologis :

Tersangka R.A yang merupakan pemilik Agen Premium,Minyak dan Solar (APMS) ini melakukan aksinya dengan cara mengisi BBM jenis Bio Solar tersebut di Depo Pertamina menggunakan mobil truck tangki warna Merah No.Pol DN.8917.CY (Subsidi).

Selanjutnya  mobil truck tersebut dibawa ke gudangnya, dan sesampainya di gudang BBM tersebut dipindahkan ke tangki mobil truck warna Biru No.Pol DN.9572.C (Non Subsidi) menggunakan mesin gas oline water pump.

Lebih lanjut Kabidhumas Polda Sulteng mengatakan “Bahwa hasil penyidikan yang dilakukan, penyidik sudah berupaya memeriksa saksi dan ahli yang diperlukan, menetapkan dan memeriksa tersangka dengan inisial R.A warga Luwuk Kab. Banggai, menyita barang bukti sebagaimana tersebut di atas yaitu dua unit Mobil Truck tangki pengangkut bbm, mesin Water Pump dan Bbm Bio Solar sebanyak 4,370 ton.”

“Terhadap tersangka tidak dilakukan penahanan karena selama proses penyidikan cukup kooperatif dan penyidik menjerat tersangka sebagaimana Pasal 55 UU nomor 22 tahun 2001 tentang migas dengan ancaman 6 tahun penjara dan denda Rp 60 Milyar, sedangkan barang bukti oleh penyidik masih dititipkan di Polsek Luwuk  Polres Banggai, Inn Sha Allah Minggu depan Berkas sudah dapat dilimpahkan kepada Kejaksaan” jelas Akbp Didik Supranoto, S.I.K

Hasil mapping Kepolisian potensi kerawanan penyimpangan penyalahgunaan bbm bersubsidi maupun penyalahgunaan penyaluran bbm masih tetap berpotensi terjadi di wilayah Sulteng, sehingga Kepolisian menghimbau Kepada Pelaku usaha hendaknya ikuti aturan sebagaimana diatur UU Nomor 22 tahun 2001 tentang Migas, demikian juga masih ada oknum masyarakat yang ingin mendapatkan keuntungan dari bbm bersubsidi tetapi merugikan masyarakat karena dapat menimbulkan kelangkaan bbm.” Tutup Mantan Kapolres Kolaka.

 

 

Ditulis oleh : Subbidpenmas Bidhumas Polda Sulteng

loading…

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pos terkait