24 Orang Sembuh Dari Covid19 Dikabupaten Buol

Ilustrasi
Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pariwaraku.com – BUOL, 53 orang warga Buol yang dinyatakan positif covid19 beberapa waktu lalu kelihatannya trendnya mulai menurun. Demikian dikatakan Bupati Buol dr.Amiruddin Rauf, S.POG menjawab konfirmasi ilustrasiSenin malam (1/6-2020), sekitar pukul 20:30 wita dari Buol melalui telepon genggamnya.
Menurutnya data terakhir yang telah dinyatakan sembuh ada 18 pasien covid19. Kemudian minggu kemarin kembali ketambahan 6 orang pasien covid19 yang dinyatakan sembuh. Sehingga jumlah pasien positif yang sudah dinyatakan sembuh dari covid19 di Buol mencapai 24 orang dan tersisah 29 orang lagi yang masih menjalani perawatan dan isolasi.
“Pasien covid19 yang dinyatakan sembuh ini setelah dua kali dilakukan pemeriksaan swab pcr,”demikian dijelaskan Bupati Buol yang akrab disapa dr.Rudy itu.
Bupati Buol Rudy berharap makin hari makin banyak yang sembuh dan tidak ada lagi yang terinfeksi virus itu, dengan diberlakukannya pembatasan social bersakal besar (PSBB).
“Saya melihat trend pasien sembuh mengalami peningkatan, yang sebelumnya terjadi trend kenaikan penderita positif covid19. Namun saat ini trendnya mengalami penurunan dan hal ini tidak terlepas atas pemberlakuan Pembatasan Sosial Berskala Besar di Buol. Disamping itu warga masyarakat Buol sedikit demi sedikit mengikuti anjuran pemerintah, seperti jaga jarak, gunakan masker dan mencuci tangan setiap saat,”uangkapnya.
Ia menengatakan terlihat dari kemarin sekitar 60an orang yang dilakukan tracking, hanya ada 6 orang yang reaktif hasil repid test. Sehingga kesimpulannya setelah diberlakukan PSBB pertama dan kedua daya tular warga Buol ikut turun yang cukup signifikan.
“Masa pemberlakuan PSBB tahap kedua ini akan berakhir pada 10 Juni 2020. Dan kemungkinan besar tidak akan berlanjut lagi,”terang Bupati Rudy.
Disinggung kesiapan pemberlakuan new normal life (kehidupan Normal Baru) di wilayahnya, Bupati Buol Rudy mengatakan bahwa meskipun wilayahnya masuk dalam daftar new normal life, namun pihaknya menolak untuk memberlakukannya.
“Kabupaten Buol masuk dalam daftar 25 daerah untuk menerapkan the new normal life, namun saya tolak, dengan àlasan bahwa, masih banyak warga Buol yang belum taat dengan anjuran pemerintah seperti sosial distancing, sehingga kita tidak bisa menjamin bila wabah virus ini yang tadinya trend kesembuhan turun akan kembali naik lagi yang tertular. Dan saya bisa dikomplain nantinya oleh rakyat kab Buol, sehingga saya putuskan untuk menolak pemberlakuan the new normal life itu,”tegas Bupati Buol Rudy itu.**
loading...

Bagikan Artikel ini
  •  
  •  
  •  
  •  
  •  

Pos terkait